Archive for August, 2006

Terima Kasih dan Mohon Maaf

Tuesday, August 22nd, 2006

Terima kasih buat semua orang yang masih mau menyimpan hari lahir saya di memorinya, terima kasih buat semua orang yang mau meluangkan waktu, tenaga, dan pulsa untuk mengirim ucapan, terima kasih buat semua orang yang masih mau memberi jabat tangan dan senyum tulus sejak jam tgl 18 Agt pk 00.00 (hingga tgl 20 Agt pun masih ada yang kasih selamat), terima kasih buat doanya untuk saya, terima kasih, thank you…

Maaf buat semua orang yang merasa mengirim ucapan tapi belum saya reply, maaf saya merepotkan anda semua, maaf saya menghabiskan waktu, tenaga, pulsa anda, maaf buat teman yang belum kebagian kue kecil, maaf, sorry…

Special thanks to Yuki Amanda, anak-anak HSM, adek Anastasia, adek Stefanie dan Steve, and My Mom.

(Postingan ini seharusnya dilakukan tanggal 18 Agustus 2006. Maaf atas keterlambatannya. Harap maklum).

Tanah Airku

Wednesday, August 16th, 2006

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
biarpun saya pergi jauh
tidakkan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mashyur permai dikata orang
tetapi kampung dan rumahku
di sanalah kurasa senang
tanahku tak kulupakan
engkau kubanggakan

Untitled5_2

7_1

6_1

Semua wanita itu cantik, tetapi yang tercantik hanya satu

Monday, August 14th, 2006

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?" 
Tuhan berkata, "Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

"Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat di mana cinta itu ada."