Count My Blessings (part 1)

Hari ini - terhitung dari kemaren malam sekitar pk 22.00 setelah menikmati jagung bakar Top Gung di Panjang Jiwo, aku merasa bosan. Sangat bosan. Selain kesepian mulai melanda diriku, dan seseorang yang pergi ke Ujung Pandang untuk empat hari - sampai hari selasa.

Bosan. "Buosen puol!" kata orang Surabaya. Dan aku mulai membenci hari ini. "Aku akan malas-malasan. Bangun siang, makan, lalu cari hiburan." Demikian yang ada di otakku. Beberapa orang yang aku telepon mengetahui kalau aku sangat-sangat bosan. Tidak tahu harus ngapain. Semuanya tahu kalau aku membenci hari itu. Tidak menghargai hari ini.

Dan di saat-saat ini aku teringat. "Dengan begitu hari-harimu takkan lebih baik." Cobalah mensyukuri apa yang kamu sudah terima.
Entah mengapa, beberapa hari terakhir ini aku mengirimkan SMS kepada seseorang, dengan isi yang kurang lebih sama. "Hitunglah berkatmu hari ini".
Dan aku mulai mecoba menghitung berkatku hari ini. Tak kusangka, di saat aku menghitungnya, ada berkat lain lagi yang kuterima.

Leave a Reply