Rekayasa Jalan A. Yani

Satlantas Polwitabes berencana melakukan perubahan
arus lalu-lintas. Rencananya arus padat pada jam-jam sibuk di jalur A.
Yani akan menempati satu lajur di jalur yang berlawanan. Jembatan
Mayangkara pada jam sibuk juga bakal ditempati kendaraan dari satu
jalur saja. Demikian jika nanti pada jam padat sore hari yang balik ke
arah selatan. Pengendara bisa menggunakan satu lajur A. Yani yang ke
selatan secara berlawanan.

Berbagai persiapan pun sudah dilakukan,
termasuk survei lapangan yang dilakukan dalam beberapa hari ini.
Bahkan, agar persiapan itu benar-benar matang, Polwiltabes perlu
mengundurkan waktu uji coba, yang semula Senin (20/3) menjadi Rabu
(22/3).

Survei
yang dilakukan tim Satlantas Polwiltabes bersama Dinas Perhubungan
Surabaya itu menyepakati untuk mengadakan beberapa pembenahan fisik
Jalan A. Yani. Di antaranya dengan mengepras beberapa separator
(pembatas jalan). Pengeprasan separator itu dimaksudkan untuk mempermudah pengguna jalan
berpindah jalur seperti rencana program tersebut.

Selain itu,
polisi juga berencana akan menambah waktu traffic light di pertigaan
Margorejo (depan Giant). Pengendara dari arah selatan (Sidoarjo) akan
mengalami waktu jalan (lampu hijau) sedikit lebih lama (lebih dari satu
menit) pada pukul 06.00-08.00. Ini dilakukan agar tidak terjadi
penumpukan kendaraan di depan Masjid Al-Falah, Jl Raya Darmo.

Demikian
halnya dengan mereka yang melintas dari utara (Surabaya) pada sore
hari, pukul 16.00-18.00. Sedangkan traffic light di depan Al Falah akan
dipercepat waktu jalannya.

Polisi juga merencanakan akan
mengubah beberapa u turn (belokan). Pengendara dari arah utara tidak
bisa lagi putar balik melalui belokan depan SPBU A. Yani. Putaran itu
nantinya akan ditutup selama program pengalihan arus lalin. Selain itu,
putaran Dolog yang ke arah Rungkut juga tidak akan dibuka selama
program berjalan. Untuk bisa berputar ke arah selatan pengendara juga
tidak bisa lewat belokan sebelum Jembatan Mayangkara. Pengendara baru
bisa memutar ke arah Sidoarjo melalui putaran bawah Jembatan Mayangkara
yang juga akan direkayasa.

Polisi berencana menambah
rambu-rambu lalu-lintas. Paling tidak untuk jenis traffic cone dan
jenis rambu portable.
Yang jelas program rekayasa jalan
itu akan diujicobakan Rabu depan (22/3) dan Kamis (23/3). Seminggu
akan diterapkan dua kali.
Selanjutnya polisi
akan melakukan analisa dan evaluasi per minggu. Masyarakat juga boleh
bepartisipasi memberi kritik melalui saluran radio. Yang jelas rekayasa
ini untuk mempercepat jarak tempuh masyarakat ke tujuan masing-masing
tanpa terganggu kemacetan.

Di samping mengemukakan hasil
survei lapangan Ihsan juga mengharap kepada PT KAI dan Dishub Provinsi
ikut memikirkan upaya meminimalkan kemacetan di Surabaya. Masih ada kendala jika rekayasa tersebut diterapkan di belokan
Bungurasih ke arah pabrik paku Waru. Di situ belokannya hampir 90
derajat. Apalagi yang masuk ke jalan itu kendaraan-kendaraan besar. Bottle neck seringkali terjadi di situ.

Leave a Reply