youth expo 2005
Sejak Jumat (28/10) lalu, Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya tampak lain. Puluhan stan dari berbagai daerah didirikan di halaman gereja yang terletak di Jalan Polisi Istimewa itu. Ini adalah suasana Youth Expo 2005, pesta para muda-mudi dari seluruh Keuskupan Surabaya.
Acara itu diikuti ratusan pemuda dari berbagai daerah. Tak heran, wilayah keuskupan ini memang membentang dari Surabaya hingga hingga Tuban, termasuk Rembang, Pacitan, dan Blitar. Tercatat, ada 22 paroki yang menjadi peserta ekspo itu.
Dalam ekspo, para peserta berlomba-lomba menyajikan stan terbaik. Beberapa stan mengusung ciri khas sendiri. Stan dari Bojonegoro, misalnya. Mereka membawa aneka gambar dan patung religius yang diukir dari kayu jati. Ada juga stan Madiun yang membawa bumbu pecel khas daerah tersebut. Sementara, stan dari Paroki Santa Maria Jombang membawa beberapa kerajinan tangan seperti boneka dari benang.
Peserta dari Surabaya pun tak kalah cara dalam menarik pengunjung. Stan dari Paroki Redemptor Mundi menyajikan hasil kreativitas para pemuda di sana. Mulai dari kaos hingga majalah paroki yang baru dua kali terbit. Stan Choice memilih untuk memajang aneka permainan ketangkasan. Mulai dari "memancing botol" hingga melempar gelang.
Stan Heman Salvation Ministry (HSM) - Komunitas Pujian dan Penyembahan - ‘hanya’ memamerkan satu buah televisi berwarna 21 inchi merk Panasonic, yang menayangkan rekaman video pelayanan HSM di berbagai tempat, termasuk Youth Spiritual Fellowship yang baru lalu diadakan di Wisma
Passionis Malang. Tim Faith on Fire juga ikut menggebrak dengan empat buah lagu, yaitu Kubawa Korban Syukur, Sahabatku, Terbang, satu lagi lupa.
Kemarin, ekspo itu ditutup oleh misa meriah yang dipimpin oleh Administratur Diosesan Romo J. Haryanto CM. Dalam kotbahnya, dia menegaskan agar para pemuda tak segan-segan berekspresi dan terus mengembangkan kemampuan. Salah satunya, dia menyentil kemampuan berbahasa Inggris. "Ada mahasiswa yang mengatakan I’m sorry too. Ternyata temannya menjawab I’m sorry three," katanya disambut tawa umat di gereja. "Untuk itu, teruslah meningkatkan kemampuan. Kuasailah bahasa Inggris dan Mandarin," katanya.