Capoeira
Olahraga Capoeira memang tak sepopuler kungfu, karate, atau silat. Bagi sebagian besar warga Surabaya, olahraga yang memadukan beladiri dan akrobat itu juga masih tedengar asing. Namun, bukan berarti olahraga asal Brasil ini minim peminat.
Kompetisi Capoeira yang digelar Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Surabaya (STIKOM) dan Plaza Tunjungan kemarin. Tak kurang dari 80 peserta ikut ambil bagian dan unjuk kebolehan. Mereka bukan hanya berasal dari Surabaya saja, tapi juga dari beberapa kota lain di Indonesia. Seperti Malang, Kediri, Jogjakarta, dan Jakarta.
Dari tiga nomor yang dipertandingkan, Jogo Tournament adalah yang paling banyak diminati.
Jogo tournament memerlukan lawan tanding, tapi tendangan tidak boleh mengenai lawan. Capoeira adalah olahraga yang mengandalkan tendangan kaki dan kelincahan menghindari serangan lawan.
Yang dinilai dari Jogo Tournament adalah teknik dasar dan inisiatif peserta. Inisiatif peserta itu di antaranya memancing lawan, membuat sebuah perangkap, dan membawa permainan.
Biasanya para peserta mengawali Jogo Competition dengan gerakan Au atau meroda, sebelum memamerkan teknik-teknik dasar lainnya. Gerakan dasar itu antara lain ginga (gerakan awal), qucixada (tendangan ke depan), cocorinha (gerakan jongkok seraya menghindar), dan martelo (tendangan samping).
Untuk kategori freestyle/acrobatic yang dinilai meliputi keindahan dan variasi gerakan. Selama satu menit para peserta memamerkan ketangkasan dan kelincahan gerak diiringi musik khas Brasil.
Sedangkan kategori group techniques comnication mengandalkan keindahan, variasi gerakan dan kekompakan gerakan.